Minggu, 31 Agustus 2008

SURAT UNTUK SAHABAT

Membeli kebahagiaan dengan "segepok uang", cukupkah ????

Gaji ABI Berapa?

Seperti biasa Ahmad, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka
di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga
SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Ahmad sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang abi menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku
nunggu abi pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji abi ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji abi ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari abi bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari
kerja.Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu abi masih lembur. Jadi, gaji
abi dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Ahmad beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo
satu hari abi dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam abi
digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah ahmad. Tetapi
Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan abinya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, "abi,
aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini
?abi capek. Dan mau mandi dulu.
Tidurlah".

"Tapi abi..."

Kesabaran Ahmad pun habis. "abi bilang tidur !" hardiknya mengejutkan
Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Ahmad nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di
tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Ahmad berkata, "Maafkan abi, Nak.abi sayang sama Sarah. Tapi buat
apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok
kan bisa.

Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun abi kasih" jawab Ahmad

"abi,aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Ahmad lembut.

"Aku menunggu abi dari jam 8. Aku mau ajak abi main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu abi itu sangat
berharga. Jadi, aku mau ganti waktu abi. Aku buka tabunganku, hanya
ada Rp.15.000,- tapi karena abi bilang satu jam abi dibayar Rp.
40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit
tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari abi" kata
Sarah polos..

Ahmad pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata . Dia baru
menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan
anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

SAHABAT...
renungan ini hanya segelintir dari kehebatan dunia..
renungan ini hanya sebuah simbol dari lautan hidup yg harus kita renangi.

SAHABAT....
akankah kita sia-siakan harta berharga yang ALLAH titipkan pada kita..
suami yg ganteng yg diberikan oleh ALLAH
istri yang cantik yang tiada duanya
anak-anak yang manizz-manizz.

SAHABAT ...
tidak ada kata terlambat

oleh : ADAM PURDIAWAN

Tidak ada komentar: