Minggu, 23 November 2008

Anas: "Nyok Kite Baca Bener2..Ust.Anis Matta nih!"

Dah lama ga dengerin Ust. Anis Matta,
Below are his inspiring speech and i'm happy to share it with you...sorry for those of you who has read it before..

Ustadz Anis Matta memulai dengan "Saya rasa antum tidak perlu
taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir
baik kita di 2009." Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan
tetapi ia sesuatu yang kita `ikut' ciptakan. Antara kehendak kita
yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah.

2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang, banyak orang-orang di
luar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP
bilang: "Hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%." Saya
bilang, "Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan,
kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu.
20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi". Kita adalah anak-
anak muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban, partai
ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah
untuk kita. Umar ibn Khotthob pernah mengatakan, "Setiap saya
menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda".

SBY pernah ditanya: "Kenapa minta didukung PKS?" Jawabnya, "Saya
butuh dukungan moril dari PKS" –beliau tahu, bahwa kita ini tidak
bisa diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS tidak punya duit.

Tahun `70-an presiden Korsel Park Jung He ke Aceh, dia lihat ayat
Qur'an di sebelah baiturrahman: "Innallaah laa yughoyyiru maa
biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim" Beliau
bertanya, "Artinya apa?" "Tuhan tidak mengubah keadaan suau kaum,
sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri."

Jadilah ayat itu dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan
slogan resmi pemerintah, "Tuhan tidak mengubah keadaan Korea
Selatan, sampai rakyat Korea yang mengubah keadaannya sendiri."
Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa hasilnya sekarang. Kalau
kita karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi bingung mau mulai dari
mana.

Pendiri republik ini adalah anak muda, hanya saja pemuda yang
memulai dan melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi. Ini
yang salah. Ini menimbulkan ketidakpastian, maka inilah
tanggungjawab kita untuk mengakhiri ketidakpastian. Mereka yang
mengisi era pasca orba adalah orang yang menghabiskan 30 tahun
hidupnya di orde baru, ini dalam bahasa manajemen disebut
dismatch/diskontinu . Karena realitas berubah, tapi pikiran tidak
berubah.

Gaya kepemimpinan yang ditawarkan PKS adalah egaliter, demokratis.
Dalam politik indonesia belakangan, parpol tidak tawarkan sesuatu
yang baru bagi masyarakat, sehingga Suharto bisa naik kembali
menjadi presiden Indonesia yang paling dicintai rakyatnya di antara
presiden-presiden republik ini yang pernah ada. Kami menyebut masa
ini sebagai kepemimpinan nasional yang disconnecting dengan
bangsanya sendiri.

Maka kami tegaskan, bahwa 20% ini bukanlah angka, tetapi simbol dari
tekad.

Ketika Hasan al Banna memulai dakwahnya di Mesir, saat itu Mesir
masih dijajah Inggris. Imam Syahid mengawali dengan 7 sasaran
dakwah, dan poin ke-7 adalah Ustadziyatul `alam.. Sebuah cita-cita
besar. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru bagi peradaban
manusia. Ini menghasilkan utopia, yang mana orang-orang bersahaja
saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun tidak pada
masa mereka.

Hampir seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, IM menjadi jama'ah
yang legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya.
Karena orang itu dipimpin bukan oleh seorang al Banna, tetapi oleh
ide-ide besar.

Seorang guru pernah membawa mangkuk besar kemudian diisi batu-batu
besar sambil bertanya pada murid-muridnya, "Apakah mangkuk ini sudah
penuh?" "Sudah," jawab muridnya.

Kemudian sang guru mengisi mangkuk itu dengan pasir, dan pasir itu
memenuhi sela antara batu-batu besar, kemudian sang guru kembali
bertanya, "Sudah penuhkah mangkuk ini?" Kali ini murid terpecah
menjadi dua, ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum, meskipun
tidak tahu dimana belumnya.

Kemudian guru itu menyiramkan air kedalam mangkuk, dan air itupun
membasahi pasir dan memenuhi mangkuk itu sekali lagi.

Kemudian guru itu mengambil mangkuk yang baru, dan diisinya dengan
pasir, sejenak kemudian ia berkata, "Apakah mangkuk ini masih muat
untuk batu2 besar ini?" Spontan para murid mengatakan, "Tidak."

Maka seperti itulah kepala kita, jika kita isi dengan hal-hal yang
kecil, maka ia tidak akan pernah sanggup diisi oleh ide-ide
besar. "Fikirkanlah ide-ide besar, maka hal yang kecil akan termuat
dengan sendirinya."

Lalu kenapa PKS harus diiberi kesempatan memimpin republik ini?

Jawabannya tidak ada kecuali karena satu hal: "Keadilan", karena
jika kita sudah melihat para pemimpin lain sudah pernah gagal,
tolong beri satu kesempatan pada kader-kader PKS untuk memimpin
bangsa ini dan ikut gagal bersamanya.

Tapi jika kita bisa mengubah itu? Kita tidak butuh terima kasih dari
Indonesia .
Islam dan ke-Indonesia- an harus menjadi satu, setiap jengkal wilayah
teritorial republik ini adalah lahan dakwah kita. Islam dan ke-
Indonesia -an ibarat isi dan kulit, ibarat makna dan kata.

Ini adalah cerita kita sekarang, cerita bagaimana kita mulai sejarah
kemenangan dan menutupnya, cerita tentang bagaimana PKS menyiasati
semua keterbatasannya. Memenangkan pemilu 2009 adalah tugas sejarah
bagi PKS.
Jika kita membayangkan layar komputer atau display HP di masa depan.
Fitur apakah yang kita inginkan terpampang sebagai fitur utama? Jika
layar komputer dan display HP itu adalah indonesia , maka kita ingin
PKS menjadi fitur utamanya. PKS adalah fitur masa depan Indonesia .

Hal ini dikarenakan 2 hal: Ide besar dan great performance. Semua
ini ada di PKS. Dan partai apapun yang mampu tawarkan solusi bagi
Indonesia akan memimpin republik ini.

Banyak orang makan, sampah akan banyak, sampah adalah problem.
Partai yang bisa memberikan solusi untuk sampah, adalah masa depan.
230 juta penduduk indonesia dan terus bertambah, membutuhkan
lapangan kerja, mengakibatkan pengangguran. Partai yang bisa
memberikan solusi untuk pengangguran, adalah masa depan.

PKS adalah simbol dari ide-ide besar dan kinerja-kinerja besar.

Soekarno mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena
legendaris, berfikir tidak seperti orang lain berfikir, Soekarno
memikirkan revolusi. Soeharto 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu
bernama pembangunan. Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat
setelah reformasi hanya bertahan 12-16 bulan? Karena mereka
berfikiran pendek dan tak ada "narasi besar" dalam fikiran mereka.

Penafsiran tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru
adalah kesalahan. Orde lama dan baru memiliki kekurangan,
sebagaimana mereka juga memiliki kebaikan. PKS adalah matchmaker,
PKS mensintesa kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita
mensintesa demokrasi dan kesejahteraan. Demokrasi orde lama yang
mengeliminsai kesejahteraan, dan kesejahteraan orde baru yang
mengeliminasi demokrasi. Jika PKS bisa mewujudkan sintesa ini, maka
PKS adalah Masa Depan.

PKS menggabungkan orde lama yang adil tapi tidak makmur, dan orde
baru yang sejahtera tetapi tidak demokratis. Maka nama partai ini
adalah Partai Keadilan Sejahtera. Jika sekarang kita membuat
program "PKS Mendengar," sudah saatnya kita memulai ujung dari
program ini, yaitu "PKS Bicara"

Muhammad Iqbal dalam sebuah puisinya berkata:
Tuhan,
Ajarilah kami kembali ajaran tentang cinta.
Biar kami bisa kumpulkan lidi-lidi yang berserakan ini menjadi satu

Kita adalah simbol perekat yang akan memimpin reformasi. Lidi kita
adalah lidi yang bersih, tapi belum mampu bersihkan kotoran. Kita
harus bersatu dengan lidi lain yang meskipun masih kotor tapi kita
membentuk sapu lidi bersama. Itulah yang dituntut dari PKS
sebenarnya, tidak hanya bersih, tetapi juga membersihkan.

Kenapa reformasi jalan di tempat? Karena semua orang yang punya
potensi tidak tahu dimana tempatnya. KPK anggarannya 78 M setahun,
tapi uang yang dikembalikan ke pemerintah dari korupsi setahun 24 M.
Kasus BI adalah uang 100 M, tetapi anggaran untuk mengembalikan
kepercayaan pasar dan menstabilkan pasar akibat skandal itu yang
harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $. Padahal 100 M itu hanya 10 juta
$ paling banyak. Ini cara membunuh nyamuk dengan meriam.

Kita selalu menjadi yang pertama di tempat bencana, tapi sendirian
di sana tidaklah cukup, kita harus menjadi unsur perekat yang
membuat seluruh warga Indonesia peduli, itu baru cukup.

Berkumpul tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh,
tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang membuka dan memimpin acara,
tak ada yang dikerjakan bersama, semua hanya datang dan berbicara di
antara mereka tentang kebaikan dan kerja bersama. Perkumpulan
tersebut adalah sia-sia.

Maka matchmaker ini harus dibarengi dengan satu kemampuan lain,
yaitu Inovator. Inovator adalah berfikir lebih cepat. Fikiran kita
mendahului langkah kita dan langkah orang lain, bahkan langkah semua
orang di republik ini.

Seorang ulama dakwah menyatakan, "Jika satu jama'ah itu hanya
dipenuhi oleh massa yang banyak, maka jama'ah itu akan punya
jangkauan tangan dan kaki yang panjang tapi jangkauan mata yang
pendek, sehingga sering tersandung dan jatuhlah jama'ah itu.
Sebaliknya jika sebuah jama'ah itu hanya punya massa yang sedikit,
meskipun banyak intelektual maka jama'ah itu akan memiliki jangkauan
mata yang luas tetapi jangkauan tangan yang pendek, sehingga hanya
bisa berangan-angan tapi kemudian bersedih."

Maka Ibnu Qayyim mengatakan tidak boleh melihat akhwat, karena itu
akan mewariskan kesedihan. Pandangan mata akan diikuti hasrat,
tetapi hasrat diikuti ketidakberdayaan. Maka ia hanya akan
mewariskan kesedihan.

Kita memiliki semua yang dibutuhkan masyarakat; massa besar, tertib,
santun, militansi, visi misi, kesetiaan, ketaatan, semua.

Mengapa Zhilal itu legendaris? Karena ia mengembalikan makna wahyu,
bahwa Al Qur'an diturunkan ayat demi ayat untuk menjawab setiap
dimensi kemanusiaan yang terjadi di kalangan sahabat. Bahwa wahyu
selalu mendahului langkah kaki para sahabat.

Dua tahun sebelum fathu makkah, Allah sudah menurunkan ayat: "inna
fatahna …" –jika sampai masanya kalian akan masuk baitullah dengan
aman. Dr. Said Ramadhon al Buthy dalam Fiqhus Shirah menjelaskan
bahwa pada saat ayat tersebut diturunkan, mayoritas sahabat tidak
tahu apa arti dari ayat tersebut. Sampai mereka mengalaminya 2 tahun
kemudian dan tersadar bahwa Al-Qur'an telah mendahului mereka.

Perang Uhud sudah diramalkan 1 tahun sebelumnya pada surah Al-
Anfaal, Allah sudah memperingatkan kaum muslimin agar tidak tergoda.
Kenyataannya setelah perang itu benar-benar terjadi dan menyebabkan
Hamzah bin Abdul Mutholib –paman nabi, Mush'ab bin Umair –sahabat
yang sangat dicintai Nabi, dan 70 sahabat syahid. Allah tidak
kemudian menghinakan, tetapi turun ayat "laa khoufu, walaa tahzanu…"

PKS akan menjadi inovator hingga nanti di republik ini masyarakat
non-muslim akan mengatakan: "Perbedaan agama sudah tidak relevan
sekarang," dan masyarakat Muslim akan mengatakan: "Memang andalah
yang menampilkan wajah Islam dengan benar."

7 kata kunci strategi pemenangan pemilu 2009 tidak perlu dihafal
sebagaimana antum hafalkan al-Fatihah. Hanya butuh keyakinan dan
senyuman, kemudian rasakan aura kemenangan dan sebarkan itu kepada
para kader dakwah.

Itulah yang dirasakan para sahabat yang berperang bersama Kholid bin
Walid. Mereka tidak pernah bertanya strategi, taktik, tahapan
seperti apa. Berperang bersama akh Kholid saja itu sudah cukup.
Begitulah semangat dengan keyakinan.

Khalid bin Walid ketika membebaskan Palestina diajak berunding oleh
para pendeta, pendeta itu tahu bahwa mengalahkan Khalid dalam
peperangan adalah mustahil, maka mereka berniat meracun Khalid bin
Walid. Khalid tahu persis itu yang para pendeta itu lakukan, akan
tetapi Khalid tetap meminum air beracun itu untuk mengatakan pada
musuh Allah itu, "Dengan izin Allah, racun ini tidak akan
membunuhku," sambil membaca do'a yang setiap hari kita baca dalam
ma'tsurat: "Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil
ardhi walaa fis samaa' wahuwas samii'ul `aliim."

Di Afrika, semua rusa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran,
bahwa jika mereka tidak berlari lebih kencang dari singa, maka
mereka akan mati dimakan. Di Afrika, semua singa bangun di pagi hari
dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat
dari rusa, maka mereka akan mati kelaparan.
Di Indonesia, semua petinggi partai lain bangun di pagi hari dengan
satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari
PKS, maka konstituen mereka akan habis, dan PKS akan menang di 2009.

Kita telah menyampaikan pesan pada mereka melalui ratusan pilkada di
daerah, bahwa setiap kita menang, kita memperolehnya dengan sarana
yang pas-pasan. Dan ketika mereka menang, mereka membayarnya dengan
harga yang terlalu mahal. Pesan itu telah jelas di kepala
mereka: "Pertarungan jangka panjang melawan PKS bukan suatu
pekerjaan yang mudah." Dalam keadaan miskin saja mereka harus
setengah mati kalahkan kita.

Sekarang ini pesan-pesan ini telah sampai, pasca mukernas bahkan
orang partai lain sudah berfikir: "PKS sudah masuk kandang kita."
Top ten media adalah Mukernas, 5 dari narasumber terbanyak yang
dihubungi selama pekan ini oleh media adalah PKS. Dan ini semua
hanya `isyarat pendahuluan' .

Sejarah seperti apa yang ingin kita tulis? Mari berimajinasi, saat
20, 30, 40 tahun lagi guru SD IT bercerita tentang sejarah hari ini
kepada cucu-cucu kita, "Dahulu kala.. ada sebuah partai..". Maka
ending cerita ini jelas, bahwa 20% adalah tugas sejarah untuk kita.

Sepanjang tahun saya selalu ditanya oleh Suara Pembaharuan dengan
pertanyaan yang sama, "Apakah Anda ingin membuat partai lagi jika
PKS tidak lolos ET?" Maka saya menjawab, "Jika 1999 kemarin kita
tidak lolos kemudian kita membentuk PKS, maka 2004 kami akan
membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan, dan jika
2009 kita masih tidak lolos juga, kami akan membentuk Partai
Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan dan Kehormatan."

Wa antum a'lamu inkuntum mukminiin. Kemudian pertanyaan itu sekarang
berubah, "Apakah PKS siap memimpin republik ini?"…

Kita menjawab, "20% adalah cerita yang kita buat hari ini."

Disampaikan oleh M. Anis Matta (Ketua Tim Pemenangan Pemilu
Nasional), dalam Sosialisasi PEMILU Wilda WIJAYA, di Patra Jasa
Semarang , 17 Februari 2008.